SEKILAS SMP NEGERI 1 BATU KETULIS
1. Karakteristik SMPN 1 Batu Ketulis
Kurikulum Operasional SMPN 1 Batu Ketulis memuat seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan, disusun sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di sekolah. Kurikulum Operasional Sekolah (KOS) ini dikembangkan dengan mengacu pada kerangka dasar dan struktur kurikulum yang ditetapkan pemerintah pusat. Komponen dalam kurikulum operasional ini disusun untuk membantu proses berpikir dan pengembangan pembelajaran di SMP Negeri 1 Batu Ketulis dalam pengembangannya, dokumen ini juga merupakan hasil refleksi semua unsur pendidik di satuan pendidikan yang kemudian ditinjau secara berkala guna disesuaikan dengan dinamika perubahan dan kebutuhan peserta didik.
Berdasarkan hasil dari analisis konteks tentang karakteristik satuan pendidikan, SMP Negeri 1 Batu Ketulis merupakan sekolah yang cukup diminati oleh mayoritas penduduk, terutama yang berada di sekitar lingkungan sekolah, bahkan penduduk di luar kecamatan Batu Ketulis. Dari sisi letak geografis, memiliki tempat yang strategis karena terletak dekat jalan raya. Lingkungan sekolah merupakan lingkungan yang aman, nyaman dan warganya mendukung terselenggarannya. Beberapa kekuatan yang dimiliki oleh sekolah, antara lain: input peserta didik berasal dari keluarga yang peduli terhadap pendidikan; sarana pendukung layanan proses pembelajaran yang memadai; letak sekolah yang strategis karena sekolah ini memiliki akses yang cukup mudah. Memiliki dukungan dari pemerintah daerah, dan komite sekolah dalam penyelenggaraan program. Secara pendanaan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah mencukupi kebutuhan yang dianggarkan sesuai ketentuan.
Pembangunan sekolah ini bermula dari keinginan dan kebutuhan masyarakat Pekon Batu Kebayan, yang memerlukan adanya fasilitas sekolah menengah perrtama. Sekolah setingkat ini hanya terdapat di Kecamatan tetangga, yakni Kecamatan Sekincau dan Kec. Belalau, yang memerlukan waktu cukup lama dan jarak yang jauh bagi lulusan SD untuk melanjutkan sekolahnya. Atas kepedulian tersebut, masyarakat Pekon Batu Kebayan bersama tokoh masyarakat, menghibahkan tanah ladang nya seluas 16.000 M2 untuk diserahkan ke Dinas Pendidikan Kab. Lampung Barat agar dibangunan sekolah setingkat SMP. Sehingga pada tahun 2007 proyek Unit Sekolah Baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayan sekolah ini dibangun dengan nama SMP Negeri 2 Belalau (mengingat pada tahun tsb, Pekon Batu Kebayan masih bagian dari Kec. Belalau).
Pada Tahun 2011, terjadi pemekaran wilayah Kec. Belalau yakni dibentuknya Kec. Batu Ketulis,, sehingga nomenklatur SMP Negeri 2 Belalau berubah menjadi SMP Negeri 1 Batu Ketulis, sampai dengan sekarang. Sekolah pendukung nya, diantaranya SDN Batu Kebayan, SDN Kubu Liku Jaya, SDN Way Ngison.
b. Site plan dan karakter kewilayahan/lokasi sekolah
Sekolah ini (SMP Negeri 1 Batu Ketulis), terletak dekat jalan Nasional, sekitar 100 meter, sehingga mudah diakses dari berbagai arah. Kondisi kontur/relief sekolah berupa tanah perkebunan yang pada saat proses pembangunan dilakukan pematangan lahan dengan meratakan tanah, sehingga masih menyisakan lahan yang berupa jurang, yakni di sebelah kiri sekolah (sebelah barat). Sementara sisi kanan (Timur) sekolahan, berbatasan langsung dengan SDN Batu Kebayan dan kebun sayur mayur warga. Sebelah utara berbatasan dengan jurang dan kebun warga, sedangkan sebelah selatan , berbatasan dengan perumahan/komplek warga.
Tata letak bangunan memanjang yang terdiri dari 6 ruang kelas, 2 laboratorium, gedung perpustakaan, ruang guru, mushola, toilet siswa putra/putri, rumah dinas guru dan rumah penjaga serta ruang lain. Sehingga secara kebutuhan pemenuhan ruang belajar, SMPN 1 Batu Ketulis, sudah mencukupi.

2. Karakter Pendidik dan Tenaga Kependidikan:
Jumlah tenaga guru/pendidik dan tenaga kependidikan, sebanyak 24 personil, yang terdiri dari 19 pendidik dan 5 tendik dan didominasi oleh perempuan. Komposisi pendidik dan Tendik sebagai berikut:

3. Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik yang mendaftar di SMPN 1 Batu Ketulis secara umum memiliki tingkat kedisiplinan tinggi, 50% siswa memiliki tingkat kognitif diatas rata-rata dan memiliki landasan life skill yang baik. Transportasi siswa ke sekolah 75% menggunakan sepeda motor sendiri, 10% diantar, 15% jalan kaki. Kebhinekaan Indonesia nampak dari heteregenitas siswa, yang terdiri dari beberapa suku, diantaranya Suku Lampung, Lampung, Sunda, Batak serta agama Budha,Islam dan juga Kristen mewarnai keragaman di sekolah ini. Dengan kondisi diatas melalui pembinaan yang terukur, pengembangan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan siswa dapat berkembang dan mampu mengaplikasikannya di masyarakat dan dunia pendidikan. Demikian juga harapan pemerintah untuk mencetak generasi yang mampu berdaptasi dengan perkembangan jaman akan terwujud secara bertahap. Sebagai upaya untuk mencapai harapan tersebut salah satunya melalui kegiatan projek penguatan Profil Pancasila, sehingga peserta didik mampu menghasilnya karya dan terciptanya profil pelajar yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhak mulia, yang mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong dan berkebhinekaan global
4. Karakteristik Sosial Budaya dan Lingkungan
Masyarakat di sekitar SMPN 1 Batu Ketulis sangat heterogen. Dari segi pekerjaan 80% petani/pekebun, 8% wirausaha di rumah, 10% buruh tani/kebun dan tidak tetap, 2% pegawai pemerintah. Kepedulian masyarakat untuk mendukung kemajuan sekolah secara umum baik. Sebagai sekolah yang berada pada daerah pedesaan yang masih cukup kental dengan adat budaya lokal semisal kerajinan sulam tapis, topeng sekura, kesenian tradisional serta berada di daerah pertanian dan perkebunan kopi, maka profil pelajar yang dihasilkan adalah pelajar yang memiliki potensi mengembangkan kreasi ide dan keterampilan untuk mewujudkan peserta didik yang memiliki wawasan yang tidak hanya bertani dan berkebun, tetapi juga berwawasan wirausaha. Wirausaha tersebut diantaranya adalah mengolah hasil pertanian yang berupa kopi dan sayur mayur menjadi suatu komodite yang bervariasi, baik dalam bentuk varian olahan ataupun sistem pemasaran. Dalam rangka meningkatkan potensi tersebut, SMPN 1 Batu Ketulis berusaha menjalin kerjasama dengan petani dan pekebun, pedagang kopi dan sayur mayor, serta pengrajin tapis serta dunia usaha.
Keberagaman budaya lokal yang berpadu dengan budaya pendatang, menghasilkan ragam budaya unik di lingkungan masyarakat sekitar, diantaranya adat sekura, tari nyambai, kuda kepang, orkes gambus lampung, prosesi panjat pinang. Hal tersebut menambah khasanah peserta didik dan sekolah untuk mengadopsi dalam kegiatan pembelajaran terutama ekstra kurikulernya.
Untuk memberikan layanan kebutuhan dan tuntutan masa depan peserta didik agar menjadi insan yang memiliki kemampuan daya saing di era generasi 4.0, dengan tetap menjunjung tinggi nilai luhur bangsa yang tersirat dalam sila- sila Pancasila serta mengembangkan cinta budaya daerah dan bangsa, maka SMPN 1 Batu Ketulis menyusun Kurikulum Operasional sesuai dengan karakteristik peserta didik dan budaya lokal daerah setempat.
4. Kemitraan /Kerjasama sekolah dengan pihak lain.
5. Makna logo sekolah.
Sebuah logo harus mewakili dan mencerminkan karakter sekolah, sehingga bisa menambah kebanggaan warag sekolah, manakala logo tersebut disematkan atau dipakai dalam berbagai kegiatan.
